Information

BEC Percepat Hilirisasi Batubara melalui Penandatanganan FEED dan EPCC Framework

29 July 202609:00by Admin

BEC Percepat Hilirisasi Batubara melalui Penandatanganan FEED dan EPCC Framework

PT Bumi Etam Chemical Tandatangani FEED dan EPCC Framework Proyek Strategis Nasional Gasifikasi Batubara

Jakarta, 29 Juli 2026 – PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC), secara resmi menandatangani kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement untuk pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara (Coal to Methanol) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Penandatanganan yang berlangsung di Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, merupakan tonggak penting dalam percepatan pengembangan proyek hilirisasi batubara nasional. Kesepakatan ini menandai dimulainya tahap rekayasa dasar (FEED) sekaligus penyusunan kerangka pelaksanaan EPCC sebagai fondasi menuju fase konstruksi fasilitas produksi metanol dari batubara.

Acara penandatanganan dihadiri oleh jajaran manajemen Arutmin, KPC, BEC, IKL, dan CNCEC beserta para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk unsur Pemerintah. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk mengembangkan fasilitas industri kimia hulu berskala besar secara terintegrasi dengan menggabungkan keahlian di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi, investasi, dan pengembangan industri hilirisasi.

"Penandatanganan FEED dan EPCC Framework Agreement merupakan milestone penting dalam perjalanan pengembangan proyek ini. Dimulainya tahapan FEED akan menjadi fondasi bagi pelaksanaan proyek secara terukur dan berkelanjutan guna mendukung program hilirisasi nasional, mengurangi ketergantungan impor metanol serta memperkuat kemandirian industri kimia nasional," ujar Rio Supin, Presiden Direktur BEC.

Pengembangan fasilitas Coal-To-Methanol oleh BEC merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban peningkatan nilai tambah Batubara oleh Arutmin dan KPC serta mendukung implementasi kebijakan hilirisasi nasional melalui konversi batubara menjadi metanol sebagai bahan baku strategis bagi berbagai sektor industri, termasuk petrokimia, manufaktur, energi, dan industri turunannya.

Sebagai bagian dari ekosistem usaha PT Bumi Resources Tbk, melalui Arutmin dan KPC, BEC dibentuk sebagai badan usaha pelaksana pengembangan proyek hilirisasi berbasis batubara. Dalam pengembangannya, BEC menggandeng IKL dan CNCEC sebagai mitra strategis yang akan mendukung pelaksanaan proyek dari tahap perencanaan hingga konstruksi dan commissioning.

Sinergi antara BEC, IKL, dan CNCEC dengan dukungan penuh dari pemerintah diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek Coal to Methanol sekaligus mendukung terciptanya rantai pasok industri kimia nasional yang lebih kuat. Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri hilir berbasis batubara, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, menarik investasi, serta memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Dengan dimulainya tahap FEED dan penyusunan kerangka EPCC, BEC optimistis pengembangan Proyek Strategis Nasional Gasifikasi Batubara dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Tentang PT Bumi Etam Chemical

PT Bumi Etam Chemical (BEC) merupakan perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal yang dibentuk untuk mengembangkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara di Kutai Timur, Kalimantan Timur. BEC berkomitmen mendukung program hilirisasi nasional melalui pengembangan industri berbasis batubara yang menghasilkan nilai tambah, memperkuat ketahanan industri nasional, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut:

Achmad D. Hamdan
Business Development Manager
PT Bumi Etam Chemical
Email: info@bumietamchemical.com
Telepon: +622157942080

More News