
Bengalon, Kutai Timur, 31 Agustus 2026 – PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) dan PT Kaltim Prima Coal (KPC), hari ini melaksanakan groundbreaking ceremony Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara (Coal to Methanol) di kawasan industri BCIP, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Sebelumnya BEC telah memulai tahapan engineering dengan dengan dimulainya penyusunan Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bekerja sama dengan PT Istana Karang Laut (IKL), dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026 di Jakarta. “Penyiapan lahan untuk pembangunan proyek dan tahapan FEED sedang berlangsung secara paralel, sehingga proyek dapat bergerak secara terukur menuju tahap konstruksi. Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang konsisten mendorong percepatan program hilirisasi batubara nasional,” ujar Rio Supin, Presiden Direktur BEC. Acara groundbreaking dihadiri oleh jajaran manajemen Arutmin, KPC, BEC, dan IKL, serta para pemangku kepentingan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, dan perwakilan masyarakat setempat. Pengembangan fasilitas Coal-to-Methanol oleh BEC merupakan bagian dari pelaksanaan hilirisasi (peningkatan nilai tambah) batubara oleh Arutmin dan KPC melalui konversi batubara menjadi metanol sebagai bahan baku strategis bagi berbagai sektor industri, termasuk petrokimia, manufaktur, energi, dan industri turunannya. Saat ini sebagian besar kebutuhan metanol nasional masih dipenuhi melalui impor, dengan volume impor mencapai sekitar 1,3 juta ton pada 2025. Dengan kapasitas 2 juta ton per tahun, fasilitas BEC dirancang untuk mensubstitusi seluruh impor tersebut sekaligus menyediakan ruang bagi pertumbuhan permintaan domestik, sehingga memperkuat ketahanan energi dan neraca perdagangan nasional. Dengan dilakukannya pekerjaan penyiapan lahan dan tahapan FEED secara paralel, BEC memperkirakan pengembangan Proyek Strategis Nasional Gasifikasi Batubara Kutai Timur dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan menuju commissioning pabrik pada 2029.
