Produk

Metanol

Produk utama BEC, 2 juta ton per tahun, mengacu pada standar internasional IMPCA. Satu molekul sederhana yang menjadi titik awal banyak industri.

Apa itu metanol

Metanol, lebih dari sekadar bahan kimia

Metanol adalah senyawa kimia dengan rumus CH₃OH, berupa cairan bening, mudah menguap, dan larut sempurna dalam air. Metanol merupakan salah satu bahan kimia dasar paling penting di dunia karena menjadi titik awal pembuatan ratusan produk turunan, mulai dari lem kayu lapis, cat, plastik, hingga bahan bakar.

Cairan bening metanol di dalam labu kaca laboratorium

Sifat utama

Rumus kimia
CH₃OH
Massa molekul
Sekitar 32 gram per mol
Wujud
Cairan bening, tidak berwarna
Titik didih
Sekitar 65 °C
Titik beku
Sekitar −98 °C
Massa jenis
Sekitar 0,79 kg per liter pada 20 °C
Kelarutan dalam air
Larut sempurna pada semua perbandingan
Titik nyala
Sekitar 11–12 °C
  • CH₃OHRumus kimia
  • ~32 g/molMassa molekul
  • ~65 °CTitik didih
  • ~0,79 kg/LMassa jenis (20 °C)

Asal metanol

Empat Jalur Produksi Utama

Metanol dapat dibuat dari berbagai bahan baku selama bahan tersebut dapat diubah menjadi syngas.

  • Gas Alam

    Jalur produksi terbesar secara global.

  • Batu Bara

    Dominan di Tiongkok, dan jalur proyek coal-to-methanol milik BEC.

  • Biomassa & Sampah

    Menghasilkan bio-metanol dalam skala yang masih jauh lebih kecil.

  • Sumber Terbarukan

    Dari energi terbarukan, menghasilkan e-metanol atau metanol terbarukan.

CH3OHMetanol

Industri turunan

Dari satu molekul untuk beragam industri

Metanol menjadi titik awal berbagai produk turunan yang digunakan dalam industri dan kehidupan sehari-hari.

CH3OHMetanol
  • Formaldehida

    • Resin perekat
    • Kayu lapis dan papan partikel
    • MDF dan furnitur
    • Bahan bangunan
  • Asam Asetat

    • Serat poliester
    • Cat
    • Pelarut
    • Kemasan
  • Olefin (MTO/MTP)

    • Etilena dan propilena
    • Plastik kemasan
    • Pipa
    • Komponen otomotif
  • FAME

    • Biodiesel yang dicampurkan ke solar
  • DME

    • Bahan bakar alternatif pengganti sebagian LPG
  • MTBE

    • Peningkat angka oktan bensin
  • Metilamina, metil metakrilat & turunan lain

    • Bahan baku farmasi
    • Pertanian
    • Produk akrilik
  • Penggunaan langsung

    • Pelarut
    • Antibeku
    • Denitrifikasi air limbah
    • Bahan bakar kapal

Sampai ke produk sehari-hari

  • Kayu lapis, MDF & furniturDari formaldehida
  • TekstilDari asam asetat
  • Plastik kemasanDari olefin
  • Komponen otomotifDari olefin
  • BiodieselDari FAME
  • Bahan kimia industriDari berbagai turunan

Peluang pasar

Peluang Pasar Metanol di Indonesia

Memenuhi kebutuhan metanol melalui produksi domestik

Kebutuhan nasional masih banyak dipenuhi melalui impor, sementara permintaan terus meningkat, antara lain didorong program biodiesel. Produksi dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan impor dan menghemat devisa.

  • Kebutuhan nasional
  • Pasokan masih banyak diimpor
  • Permintaan terus meningkat
  • Didorong program biodiesel

Kapasitas produksi BEC

2 jutaton/tahun

Mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Pasar & substitusi impor

Dari Impor Menuju Kemandirian Energi Kimia

Produksi metanol dalam negeri oleh BEC menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan industri nasional.

  1. Impor

    Memenuhi sebagian besar kebutuhan metanol nasional saat ini - 68% pada 2025.

  2. Pasar Indonesia

    Kebutuhan industri terus meningkat.

  3. Produksi domestik (BEC)

    Kapasitas 2 juta ton/tahun untuk pasar nasional.

Substitusi impor

Mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan industri nasional.

Spesifikasi

Spesifikasi Produk

Mengacu pada IMPCA Reference Specifications.

Quality snapshot

Kemurnian
Min. 99,85 % W/W
Air
Maks. 0,100 % W/W
Warna
Maks. 5 Pt-Co
Acuan
IMPCA

Spesifikasi Referensi IMPCA

NoTestUnitMethodLimit
01Appearance-IMPCA 003Jernih, bebas materi tersuspensi
02Purity on dry basis% W/WIMPCA 001Min. 99,85
03Acetonemg/kgIMPCA 001Maks. 30
04Ethanolmg/kgIMPCA 001Maks. 50
05ColourPt-CoASTM D 1209 / D 5386Maks. 5
06Water% W/WASTM E 1064Maks. 0,100
07Distillation Range at 760 mm Hg°CASTM D 1078Maks. 1,0
08Specific Gravity 20°C/20°C-ASTM D 40520,7910-0,7930
09Potassium Permanganate Time test at 15°CmenitASTM D 1363Min. 60
10Chloride as Cl-mg/kgIMPCA 002Maks. 0,5
11Sulfurmg/kgASTM D 3961 / D 5453Maks. 0,5
12Water miscibility-ASTM D 1722Lulus uji
13CarbonizablesPt-CoASTM E 346 (2024)Maks. 30
14Acidity as Acetic Acidmg/kgASTM D 1613Maks. 30
15Iron in solutionmg/kgASTM E 394Maks. 0,10
16Non Volatile Mattermg/1000mlASTM D 1353Maks. 8
17TMAppbASTM E 346Maks. 50

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan seputar metanol

  • Metanol adalah bahan baku dasar banyak produk turunan - formaldehida untuk lem kayu lapis, MDF, dan furnitur; asam asetat untuk serat poliester dan cat; olefin untuk plastik kemasan, pipa, dan komponen otomotif; FAME untuk biodiesel; DME; MTBE; hingga bahan farmasi dan pertanian. Metanol juga dipakai langsung sebagai pelarut, antibeku, dan bahan bakar kapal.

  • Pada 2025, 68% kebutuhan metanol nasional masih dipenuhi impor. Produksi dalam negeri mengurangi ketergantungan pada impor, menghemat devisa, dan memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri hilir di Indonesia.

  • Gas alam memang jalur produksi metanol terbesar di dunia, tetapi Indonesia memiliki cadangan batu bara kalori rendah yang melimpah, termasuk di Kutai Timur. Batu bara jenis ini kurang ekonomis untuk diangkut jauh sebagai bahan bakar, namun cocok untuk gasifikasi - sehingga mengolahnya menjadi metanol di dekat sumbernya memberi nilai tambah pada sumber daya dalam negeri.