Proyek CTM

Mengoptimalkan Nilai Batu Bara

Mengembangkan potensi batu bara kalori rendah melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan metanol.

Apa itu gasifikasi

Apa itu gasifikasi?

Gasifikasi adalah proses mengubah bahan yang mengandung karbon, seperti batu bara, biomassa, atau residu minyak, menjadi gas sintesis (synthesis gas atau syngas) dengan cara memanaskannya bersama oksigen dan uap air dalam jumlah terbatas. Syngas terutama terdiri dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H₂).

Pembakaran

Oksigen berlebihPanas + CO₂

Pembakaran → Panas + CO₂

Seluruh karbon terbakar dan energi keluar sebagai panas dan CO₂.

Gasifikasi

Oksigen terbatas + uap airCO + H₂

Gasifikasi → Syngas (CO + H₂)

Karbon tidak terbakar sempurna, diubah menjadi molekul gas yang menjadi bahan baku produk kimia.

Pembakaran menghasilkan panas.Gasifikasi menghasilkan bahan baku.
Syngas dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk kimia, termasuk metanol.

Alur proses

Dari Batu Bara Menjadi Metanol

Perjalanan dimulai dari batu bara kalori rendah dan berakhir sebagai produk kimia bernilai tinggi.

  1. 1

    Persiapan Batu Bara

    Crushing, drying, handling

    Batu bara dihancurkan, dikeringkan, dan disiapkan agar ukuran dan kadar airnya sesuai untuk gasifier.

  2. 2

    Gasifikasi

    Batu bara + O₂ + H₂O → Syngas

    Di dalam gasifier, batu bara bereaksi dengan oksigen dan uap air dalam jumlah terbatas sehingga berubah menjadi syngas.

  3. 3

    Pemurnian Syngas

    Pembersihan dan conditioning syngas

    Pengotor seperti senyawa belerang dan CO₂ dipisahkan, lalu perbandingan CO dan H₂ disesuaikan untuk sintesis.

  4. 4

    Sintesis Metanol

    Reaksi katalitik menghasilkan metanol

    Syngas yang sudah bersih direaksikan di atas katalis sehingga CO dan H₂ bergabung menjadi metanol.

  5. 5

    Metanol

    CH₃OH, produk akhir

    Metanol dimurnikan hingga memenuhi standar internasional, lalu disimpan dan siap didistribusikan.

Arahkan kursor atau ketuk tiap tahap untuk penjelasan singkat.

Teknologi & kesiapan

Kesiapan Teknologi dan Operasional

Teknologi proses yang sudah terbukti komersial serta dukungan utilitas dan bahan baku yang terintegrasi.

Teknologi

Proses Coal-to-Methanol sudah terbukti secara komersial.

Lisensor

Lisensor teknologi yang dipilih sudah memiliki pengalaman dan terbukti beroperasi secara komersial.

Infrastruktur

Lingkup proyek meliputi utilitas dan infrastruktur pendukung untuk menjamin operasional yang andal dan efisien.

Bahan Baku

Pasokan batu bara kalori rendah dari Kutai Timur.

Foto udara timbunan batu bara di area tambang
  • Nilai kalor lebih rendah
  • Kadar air lebih tinggi
  • Kurang ekonomis untuk transportasi jarak jauh

Alasan bahan baku

Mengapa batu bara kalori rendah?

Tidak semua batu bara harus dibakar untuk menghasilkan nilai.

Batu bara peringkat rendah memiliki nilai kalor lebih kecil dan kadar air lebih tinggi, sehingga nilai jualnya sebagai bahan bakar relatif rendah dan biaya pengangkutannya kurang ekonomis untuk jarak jauh. Di sisi lain, batu bara jenis ini umumnya lebih reaktif sehingga cocok untuk gasifikasi.

Mengolahnya di dekat lokasi tambang menjadi produk kimia bernilai lebih tinggi merupakan cara memanfaatkan sumber daya yang selama ini kurang termanfaatkan, sekaligus bagian dari upaya hilirisasi.

  1. Low-rank coal
  2. Diolah di dekat sumbernya
  3. Gasifikasi
  4. Produk bernilai tinggi

Mengolah batu bara di dekat sumbernya mengubah tantangan logistik menjadi peluang hilirisasi.

Lokasi

Mengapa proyek ini berada di sini?

Lokasi proyek dipilih untuk mendekatkan bahan baku, infrastruktur, dan pasar dalam satu kawasan industri terintegrasi.

Peta Kalimantan Timur: lokasi pabrik yang diusulkan di dekat Sangatta, area tambang batu bara KPC, serta kota Bontang, Samarinda, dan Balikpapan, dengan peta kecil Indonesia sebagai penunjuk posisi.
Peta indikatif
Lokasi proyek BEC di kawasan industri BCIP, Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dekat sumber bahan baku

Berada di Kabupaten Kutai Timur, wilayah dengan cadangan batu bara kalori rendah yang melimpah.

Terhubung dengan infrastruktur

Akses langsung ke Selat Makassar, jalan, pelabuhan, dan jaringan logistik untuk distribusi dan ekspor.

Terintegrasi dalam kawasan industri

Berada dalam ekosistem kawasan industri yang mendukung kegiatan pengolahan dan industri hilir.

Foto udara lahan kawasan industri BCIP di tepi Selat Makassar

Kawasan industri

Bagian dari ekosistem industri terintegrasi

PT Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) di Kutai Timur, di tepi Selat Makassar, dikembangkan sebagai kawasan industri terpadu yang berfokus pada pengolahan batu bara. Kawasan ini dirancang dengan jaringan infrastruktur terintegrasi, fasilitas umum, akses pelabuhan, serta lebih dari 10% lahan sebagai ruang hijau. BCIP sedang dalam proses pengajuan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

  • TerintegrasiKawasan industri
  • >10%Ruang hijau
  • Selat MakassarAkses pelabuhan
Pelajari BCIP (membuka tab baru)

Roadmap

Dari persiapan menuju produksi.

Dari FEED 2026 ke Commissioning 2029

Tiga tahapan utama proyek.

Tahap saat ini

FEED, Pendanaan, Perizinan, dan Penyelesaian Pematangan Lahan

Rekayasa desain awal (FEED) mempertajam estimasi biaya; finalisasi struktur pembiayaan, hingga penyelesaian perizinan dan pematangan lahan.

Produk

Metanol CH₃OH

Produk utama yang dihasilkan melalui rangkaian proses gasifikasi dan sintesis.

Lihat spesifikasi produk

FAQ

Informasi lebih lanjut tentang proyek CTM

  • PLTU membakar batu bara untuk menghasilkan panas yang kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik. Pada gasifikasi, batu bara tidak dibakar sampai habis, tetapi dikonversi menjadi gas sintesis (syngas) yang kemudian dapat diproses menjadi metanol.

  • Teknologi gasifikasi batu bara sudah digunakan secara komersial dan terus berkembang. Keselamatan operasi ditentukan oleh desain rekayasa, standar keselamatan, dan pengelolaan operasi yang diterapkan sejak tahap perancangan hingga pabrik beroperasi.

  • Produk samping dapat mencakup asam sulfat serta slag atau abu yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut, bergantung pada konfigurasi dan teknologi proses yang digunakan.

Membangun nilai dari sumber daya Indonesia.

Hubungi Kami