
Produsen batu bara yang mengoperasikan salah satu tambang terbuka terbesar di dunia, dengan konsesi di Sangatta dan Bengalon.

Tentang BEC
Mengenal perusahaan di balik pengembangan coal-to-chemical dan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Indonesia.
Profil perusahaan
Didirikan pada 2023 sebagai anak usaha dua produsen batu bara terkemuka Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, untuk menjadi pelopor industri gasifikasi batu bara menjadi metanol.
Bumi Etam Chemical merupakan anak usaha KPC dan Arutmin yang dibentuk untuk mendukung hilirisasi batu bara dan pengembangan industri kimia nasional.

Struktur kepemilikan
BEC merupakan anak usaha KPC dan Arutmin, dengan dukungan pengalaman dan keahlian keduanya dalam pertambangan batu bara serta pengembangan industri.
50%PT Kaltim Prima Coal50%PT Arutmin Indonesia
Produsen batu bara yang mengoperasikan salah satu tambang terbuka terbesar di dunia, dengan konsesi di Sangatta dan Bengalon.
Struktur kepemimpinan BEC memadukan pengalaman operasional PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia dalam menjalankan proyek hilirisasi batu bara.
Visi & Misi
“Menjadi perusahaan coal-to-chemical terdepan di Indonesia yang mendorong kemandirian energi & industri nasional melalui hilirisasi batu bara yang berkelanjutan.”
Misi
Our journey

Proses coal-to-chemical
BEC mengembangkan proses hilirisasi yang mengubah batu bara menjadi bahan baku kimia bernilai tinggi, dengan metanol sebagai produk utama.
Mengolah potensi sumber daya menjadi energi dan bahan baku industri masa depan.
Our flagship project
Proyek ini akan membangun fasilitas gasifikasi terintegrasi untuk mengubah batu bara kalori rendah menjadi metanol dan mendukung pengembangan industri kimia nasional.
Lihat Detail Proyek
Lahan proyek, BengalonKami menyadari proyek berbasis batu bara menghadapi sorotan lingkungan. BEC menyikapinya dengan fokus pada nilai tambah, efisiensi, dan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.
Mengubah batu bara kalori rendah yang kurang ekonomis menjadi produk kimia bernilai tinggi, bukan sekadar dibakar langsung.
Mengurangi ketergantungan impor metanol, memperkuat ketahanan industri nasional, dan menghemat devisa negara.
Desain pabrik yang memaksimalkan konservasi penggunaan air dan energi, serta siap untuk implementasi pemanfaatan dan penyimpanan emisi karbon.
Mengikuti regulasi lingkungan nasional serta standar mutu dan keselamatan industri internasional.
Status Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mandat hilirisasi PP No. 96/2021 memberi kepastian kebijakan jangka panjang, mengurangi paparan terhadap perubahan arah regulasi.